Wujud Perlindungan Sosial, DPMD Kukar Apresiasi Desa Rapak Lambur yang Konsisten Salurkan BLT 2025
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR: Di tengah upaya menekan angka kemiskinan dan memperkuat kesejahteraan masyarakat, Desa Rapak Lambur di Kecamatan Tenggarong kembali menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa tahun anggaran 2025.
Bantuan ini menyasar kelompok
paling rentan—lansia dan penyandang disabilitas yang dinilai memerlukan
dukungan ekonomi berkelanjutan.
Penyaluran BLT dilakukan
belum lama ini dan menjadi agenda rutin pemerintah desa dalam memastikan tidak
ada warga yang tertinggal. Program ini juga menjadi bukti nyata bahwa Dana Desa
tidak hanya membiayai pembangunan fisik, tetapi juga memegang peran penting
sebagai jaring pengaman sosial.
Saat dikonfirmasi Kepala
Desa Rapak Lambur, Muhammad Yusuf, menjelaskan bahwa pelaksanaan BLT telah
disesuaikan dengan ketentuan Kementerian Desa.
“Tahun ini tetap mengikuti
aturan yang berlaku. Hanya saja, porsinya mengalami penyesuaian sesuai
kebutuhan dan kemampuan anggaran,” ujar Yusuf, Senin (17/11/2025).
Ia memaparkan, alokasi BLT
2025 ditetapkan sebesar 20% dari Dana Desa lebih kecil dibanding tahun lalu
yang mencapai 40 %.
Diakuinya penurunan ini
dilakukan untuk menyeimbangkan penggunaan anggaran antara kebutuhan bantuan
sosial dan program pemberdayaan warga.
“Jumlah penerima juga
berkurang dari tahun sebelumnya. Kalau tahun lalu lebih dari 100 orang, tahun
ini sekitar 60 orang, semuanya lansia dan disabilitas yang memang membutuhkan
perhatian ekstra,” jelasnya.
Yusuf mengungkapkan, bagi
sebagian besar warganya yang sebagai penerima, BLT sangat berarti karena
digunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok harian.
“ Banyak dari mereka sudah
tidak produktif, sehingga bantuan tunai ini menjadi bentuk kehadiran pemerintah
desa dalam menjaga kesejahteraan warga rentan. Harapan kami, bantuan ini dapat
sedikit meringankan beban hidup mereka,” katanya.
Selain itu Yusuf
mengatakan pemerintah desa turut melanjutkan berbagai program pemberdayaan
bidang pertanian, peternakan, hingga ketahanan pangan.
Menurutny langkah ini
diambil agar Dana Desa tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi memberikan
manfaat jangka panjang bagi keluarga prasejahtera.
Merespon hal tersebut
Kepala DPMD Kukar, Arianto mengapresiasi langkah Pemdes Rapak Lambur. Ia
menilai strategi Rapak Lambur patut menjadi contoh bagi desa lain.
Arianto juga mengatakan
kebijakan Desa Rapak Lambur sejalan dengan arahan DPMD Kukar yang meminta desa
tetap menyeimbangkan antara BLT dan program peningkatan ekonomi produktif.
“Kami mengapresiasi desa
yang mampu mengatur Dana Desa dengan tepat. BLT berjalan, tetapi pemberdayaan
masyarakat tetap dijalankan. Ini bentuk pengelolaan yang kami dorong di seluruh
Kukar,” tegas Arianto.
Ia menambahkan, DPMD Kukar
akan terus memperkuat kapasitas aparatur desa agar setiap kebijakan semakin
tepat sasaran, transparan, dan memberi dampak signifikan bagi peningkatan
kualitas hidup masyarakat desa. (Adv/Tan)